September 11, 2026

Operasi Anyar Trump di Iran Lewat ‘Tanker for Tanker’

0
images (1)

Jakarta – Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran masih berkecamuk. Usai sempat mereda selama sebulan, kedua negara kini kembali terlibat saling jual beli serangan.
Eskalasi ini berawal saat militer AS menyerang Pulau Larak di dekat Selat Hormuz pada Senin (31/8). Serangan tersebut menjadi yang pertama dalam 30 hari terakhir.

Iran lantas membalas dengan melepaskan rudal ke pangkalan militer AS yang berada di Yordania. Kini, AS menjalankan operasi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Iran.

Operasi Tanker for Tanker
Militer AS menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat sebagai bagian dari rentetan serangan yang lebih luas terhadap Teheran. Kedua kapal tanker yang dibombardir pasukan Washington itu disebut sedang berlabuh di lepas pantai Iran.

Penargetan kapal tanker Iran itu disebut sebagai kebijakan pencegahan baru “tanker for tanker” yang disetujui Presiden AS Donald Trump.

Laporan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), disampaikan oleh media Axios yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS, yang tidak disebut namanya. AS kembali menggempur target-target Iran sejak akhir pekan kemarin, dan Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Serangan itu, menurut Axios, menandai pertama kalinya AS menargetkan kapal tanker Iran sebagai tindakan balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bukan untuk mencegah pelanggaran terhadap blokade angkatan laut AS.

Operasi Tanker for Tanker
Militer AS menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat sebagai bagian dari rentetan serangan yang lebih luas terhadap Teheran. Kedua kapal tanker yang dibombardir pasukan Washington itu disebut sedang berlabuh di lepas pantai Iran.

Penargetan kapal tanker Iran itu disebut sebagai kebijakan pencegahan baru “tanker for tanker” yang disetujui Presiden AS Donald Trump.

Laporan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), disampaikan oleh media Axios yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS, yang tidak disebut namanya. AS kembali menggempur target-target Iran sejak akhir pekan kemarin, dan Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Serangan itu, menurut Axios, menandai pertama kalinya AS menargetkan kapal tanker Iran sebagai tindakan balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bukan untuk mencegah pelanggaran terhadap blokade angkatan laut AS.

Axios melaporkan bahwa serangan itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mencegah Iran membangun kembali kemampuan yang digunakan untuk mengganggu pelayaran.

Menurut seorang pejabat AS, serangan itu melemahkan kemampuan Iran dan “memberikan waktu setidaknya satu bulan” dengan tingkat ancaman yang lebih rendah bagi kapal-kapal komersial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *